Tuesday, June 17, 2008

Google Sites

Hari ini iseng-iseng cobain salah satu fasilitas dari Google, Google Sites. Rencananya mau bikin situs private alias hanya orang-orang tertentu yang bisa akses. Cara pembuatannya mudah, tidak perlu mengerti HTML. Hanya klik-klik aja sudah jadi. Yang jadi masalah adalah orang yang kita invite agar bisa akses situs tersebut harus punya account Google terlebih dahulu walaupun hanya sebagai viewer. Jadi, jika kita invite orang tidak memiliki account Google, Google secara otomatis menyuruh mereka untuk bikin account terlebih dahulu. Kalau sudah bikin account, baru bisa akses situs tersebut. Rencana gagal karena masalah ini. Karena bisa dibilang itu merepotkan. Kecuali situs tersebut disetting menjadi public, maka semua orang bisa langsung akses. Tapi kalau dibuat public, data yang ada di situs itu tidak untuk umum. Hanya untuk keperluan internal saja. Mau bagaimana lagi, akhirnya situsnya dihapus :D.

Thursday, June 05, 2008

Terlihat Kuat Tapi...

Beberapa minggu belakangan sering kumpul buat kerjain tugas dan proyek. Dan dari sinilah terlihat sifat asli masing-masing anggota kelompok. Bagi yang punya pacar, sang pacar akan setia menemani sampai selesai. Tapi justru dari sinilah timbul masalah. Lebih milih pacar atau kelompok. Waktu itu, kita ngerjain tugas sampe jam 10 malam. Yang belum selesai justru bagian yang paling sulit. Si tuan rumah minta aku buat nginep aja. Tapi karena beberapa hari belakangan kurang tidur karena lembur buat ngerjain proyek jadi aku tolak. Karena klo nginep pasti ga bisa tidur. Nah, yang mengejutkan adalah apa yang terjadi kemudian. Bisa dibilang masalah timbul gara-gara aku juga sih. Temenku yang ditungguin sang pacar berantem. Si pacar maunya temenku itu pulang bareng dia, tapi temenku yang lain minta dia untuk pulang nanti aja, biar bisa anterin aku pulang. Awalnya sih biasa aja, tapi tidak lama setelah pacarnya itu pulang dia di sms dan raut muka nya langsung berubah. Handphone-nya saja hampir dibanting. Karena merasa bersalah dan dirayu-rayu tuan rumah, akhirnya aku jadi nginep. Baru kali itu aku liat pacarnya ngambek begitu. Aku bener-bener ga nyangka. Beberapa minggu setelah kejadian itu, hal serupa terjadi lagi. Anak-anak mau ngajak mereka pergi liat pameran distro. Temenku bilang ikut, terus pacarnya diem aja. Tidak lama kemudian dia beranjak dari kursi sambil bilang, "ayo". Tapi matanya hampir menitikkan air mata. Sesuatu yang diluar dugaan dia sampai seperti itu. Karena klo melihat kesehariannya dia itu termasuk orang yang ceria dan super usil. Dan ternyata dia sering ngambek seperti itu.
Memang sih justru orang yang terlihat kuat sebetulnya lemah. Mereka bersikap seperti itu untuk menutupinya. Mereka menjadikannya sebagai tameng. Seperti telur yang dilindungi cangkangnya.

Tuesday, May 13, 2008

Mahalnya pendidikan...

Setelah sekian lama, akhirnya kesampean juga baca Laskar Pelangi. Buku yang bagus dan inspiratif. Dalam cerita tersebut tergambar dengan jelas bagaimana pendidikan yang diperoleh anak-anak mampu dan tidak mampu. Yang paling mengharukan adalah perjuangan seorang anak bernama Lintang. Untuk mencapai sekolahnya dia harus mengayuh sepeda sejauh 80 KM perjalanan bolak-balik. Hal itu belum ditambah dengan rintangan selama perjalanan. Seperti ban sepeda bocor, hujan, banjir, rantai putus, dll.
Ketika baca, aku langsung ingat betapa seringnya kita menyia-nyiakan kesempatan untuk bersekolah. Mulai dari tidak menyimak pelajaran yang ada sampai bolos. Bahkan ada juga yang masuk hanya pada saat ujian. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk sekolah itu tidak sedikit dan banyak orang yang tidak dapat menikmatinya karena terbentur masalah ekonomi. Bisa dibilang pada saat baca novel tersebut, aku merasa tersindir. Karena terkadang aku juga suka titip absen sama temen. Ya begitulah pendidikan di Indonesia. Pendidikan dijadikan sebagai hal komersial untuk memperoleh keuntungan. Pemerintah sendiri sepertinya kurang perhatian dengan pendidikan di negeri ini. Semoga saja pendidikan di negeri ini dapat menjadi lebih baik...