Saturday, June 23, 2007

Untittled...

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat orang yang dalam kesusahan. Kesusahan di sini bisa apa saja, tidak harus terkena musibah seperti kecelakaan atau sakit. Kesusahan yang dimaksud, bisa saja hanya hal kecil yang mungkin tidak berarti bagi kita yang tidak mengalami dan tidak dalam kondisi tersebut. Seperti anak kecil yang tidak bisa mengambil mainan karena tempatnya terlalu tinggi, seorang nenek yang tidak bisa menyeberang jalan, seorang anak SD yang tidak bisa mengerjakan tugasnya, dan sebagainya. Mungkin jika kita melihat hal tersebut kita akan berkata, "Gimana sih??Gitu aja ga bisa!". Dan mungkin saja kita tidak merasa terpanggil untuk membantu mereka.
Sebagai contoh, terkadang kita melihat anak kecil yang sedang asik bermain, tiba-tiba mainannya jatuh dan dia tidak dapat mengambilnya. Reaksi yang akan kita lakukan adalah membiarkan anak itu berusaha mencari dan mengambil mainannya, sampai suatu ketika anak itu menangis baru kita berusaha membantunya dengan mengambilkan apa yang dia cari. Begitu juga dengan contoh berikutnya, seseorang yang sudah bertambah tua akan semakin menjadi penakut dari sebelumnya. Mungkin jika melihat seorang nenek yang sedang kebingungan ketika menyeberang jalan kita hanya diam saja dan tidak terpanggil untuk membantunya. Mungkin kita baru membantunya, jika sang nenek menghampiri kita dan berkata, "Dik, nenek mau minta tolong. Nenek ga bisa nyebrang. Tolong sebrangin ya ?". Baru deh, kita bantu si nenek menyeberang jalan. Nah, kalau contoh ketiga lebih ke masalah keluarga. Bagi mereka yang punya adik atau sebagai adik, hal ini pasti sering dialami. "Kakak, bantuin bikin tugas dong.. Aku ga bisa.", kata adik. Yang sering terjadi adalah, "Ga tau. Kamu kerjain sendiri aja. Masa gitu aja ga bisa ! Itukan gampang !", jawab sang kakak.
Hal-hal seperti itu sering terjadi dengan atau tanpa kita sadari. Kita sering beranggapan, "Itukan gampang !". Gampang bagi kita, belum tentu gampang untuk orang lain. Dan inilah yang sering kita lupakan. Setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jadi kita tidak bisa menyamakannya dengan kita. Dengan bersikap seperti ini, kita terkesan tidak mau berbagi dan menolong orang. Mungkin kita tidak bermaksud seperti itu. Kita hanya kurang peka dengan apa yang ada di sekitar kita. Atau kita terlalu banyak berpikir, "Apakah saya harus membantunya ?", " Nanti dia jadi tidak belajar.", "Dia kan ga pernah bantu gw. Ngapain juga gw harus bantu dia.", "Kalau gw ajarin dia, nanti dia jadi lebih pinter dari gw.". Sebelum membantu kita berpikir dulu apa yang akan kita dapat dan apa yang akan dia dapat. Karena inilah, kita jadi tidak bisa spontan dalam membantu orang. Dan karena ini juga, kita tidak jadi membantu orang. Jadi, ... . Semua kembali ke individu masing-masing. Apa yang harus dilakukan dan apa yang terbaik untuk kita, hanya kita yang tahu. Just be yourself and be a good person for people who live around you....

Thursday, May 31, 2007

Everything Has Change....

Entah ini cuma perasaan saja atau gimana, engga ngerti juga. Akhir-akhir ini aku selalu merasa semua mulai menjauh, terutama di kantor, kalau kuliah biasa-biasa aja. Apa aku yang tidak cocok dengan mereka? Apa ada yang mereka tidak suka dari diriku ? Atau justru aku yang menghindar dari mereka ?. Suasananya jadi sangat berbeda dari biasanya. Dulu setiap hari ada saja yang bikin semangat, males, bahkan sedih. Sekarang suasana itu sudah tidak ada. Kalau lagi males engga ada sesuatu yang bisa bikin semangat. Sekarang untuk berangkat kerja aja males, ada sesuatu yang mengganjal dan membuatku males untuk bertemu dengan orang-orang tertentu. Aku sendiri bingung kenapa perasaan ini bisa datang. Apa dulu masih awal-awal kerja, jadinya semangat ? Sedangkan sekarang sudah merasa jenuh kerja terus ? Maunya sih seperti dulu. Tetapi sepertinya itu hanya sebuah keinginan yang sulit terwujud. Apa yang harus aku lakukan agar bisa bersemangat seperti dulu ? Dan terkadang aku merasa ada sesuatu hal yang hilang dalam keseharianku. Dan beberapa hal membuatku bingung harus mengambil langkah yang mana. Aku takut salah mengambil keputusan dan membuat orang kecewa. Mungkin kita memliki keinginan dan maksud yang baik, tapi jika penyampaiannya salah orang bisa salah paham. Itulah yang aku takutkan. Semoga dia tidak salah paham dengan keputusan yang telah aku ambil.

Thursday, May 24, 2007

Be Careful....!!

Ini hanya sekedar pengalaman yang bisa dibilang sedikit menyakitkan. Terkadang kita bertemu dengan orang yang bisa dibilang acuh tak acuh. Kita berbuat salah apa saja dia tidak berkomentar. Pokoknya apapun yang kita perbuat bisa dibilang dia jarang berkometar, apakah itu salah atau tidak. Bisa saja dia memang orang yang seperti itu. Dia tidak peduli dengan orang lain (dalam arti, itu tidak berhubungan dengan dirinya jadi dia tidak mau ikut campur). Tapi ada juga yang berbuat seperti itu hanya di depan saja. Dia memanfaatkan hal itu untuk dirinya sendiri. Jika kita salah, dia tidak mau/sengaja tidak menegur/memberitahu bahwa yang kita lakukan salah. Dia menggunakan itu sebagai senjata. Dia menceritakan apa yang terjadi dan menjelek-jelekkan apa yang kita lakukan. Bisa dibilang dia menusuk dari belakang. Jika yang kita lakukan benar, dia juga tidak banyak berkomentar. Dan yang buruknya adalah dia menjelekkan apa yang kita lakukan dibelakang. Mungkin bisa dibilang cari muka. Orang-orang dengan tipikal seperti ini bisa dijumpai dimana saja. Apakah teman sekolah, teman kuliah bahkan teman kerja. Jadi, jika bertemu dengan orang seperti ini berhati-hatilah, dan kalau bisa jangan terlalu dekat serta menceritakan hal-hal yang bisa dibilang penting. Karena nanti bisa dimanfaatkan oleh dia. Bukannya ingin berpikiran buruk terhadap orang, tetapi demi kebaikan. Jadi, berhati-hatilah dalam mencari teman.
Jika sudah dibutakan oleh harta dan kekuasaan, manusia menjadi lemah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatakannya. Mereka sudah tidak mengenal yang mana keluarga, sahabat, teman atau musuh.