Wednesday, December 12, 2007

Razia KTP

Beberapa waktu lalu, di sekitar kampus ada razia KTP Jabodetabek. Jadi, bagi yang tidak punya KTP Jabodetabek alias anak daerah bakalan kena denda yang jumlahnya sangat mengejutkan. Dendanya itu berkisar 200-250 ribu. Berhubung yang anak kos kebanyakan anak daerah, jadi banyak dari mereka yang kena. Sampai beredar pesan, "Lagi ada razia KTP. Klo bukan KTP jakarta bakalan kena denda, temen gw udah ada yang kena. Demi keamanan mending pada ke kampus aja". Kalau dipikir-pikir kena denda sampai segitu gedenya, agak ga masuk akal juga. Atau itu cuma akal-akalan aja, biar dapet duit. Ternyata kejadian itu masuk ke berita di internet gitu. Di berita itu ditulis kalau pemilik kos diancam kurungan 3 bulan jika tidak melaporkan setiap ada penghuni baru. Berarti kalau gitu yang salah pemilik kosnya dong, kenapa yang kena jadi penghuninya. Apalagi ini ada di daerah kampus yang notabene kebanyakan dari penghuni kosnya adalah mahasiswa. Bahkan ada kabar walaupun menunjukkan kartu mahasiswa tidak dianggap dan tetap kena denda. Kejadian ini menunjukkan bahwa tidak ada kepastian hukum di negara kita. Katanya bagi warga daerah yang tinggal di Jakarta harus memiliki surat tinggal sementara dari RT. Tapi tau sendiri birokrasi kita kaya gimana. Apalagi mereka yang anak baru lulus SMA dateng ke Jakarta mau nuntut ilmu. Mana ngerti tentang hal-hal kaya gini, dan biasanya pasti akan ada "fee" untuk memperoleh surat tersebut. Sepertinya hal semacam ini akan sulit dihilangkan selama orang-orangnya masih mencari dan memikirkan kesenangan sendiri. Berdoa saja, agar negara ini bisa bebas dari hal demikian dan menjadi lebih baik. Amiin...

Tuesday, October 02, 2007

Lucuuu....

Tadi di kelas pas dosen ingetin kalau ada tugas, dia cerita. Katanya dulu ada mahasiswa yang tugasnya nyontek orang dan karena males nulis, dia nyuruh pembantunya buat salinin tugasnya itu. Akhirnya, setelah lulus si mahasiswa ini ga bisa apa-apa. Dan justru pembantunya yang jadi pinter. Katanya si pembantu jadi programmer. Hahahahaha.....
Ini cerita beneran apa ngga juga kurang tau sih. Atau cuma sekedar ilustrasi aja. Tapi kalau dipikir-pikir, masuk akal juga sih. Gimana mau bisa kalau latihan aja ngga pernah. Karena segala sesuatu itu dimulai dengan latihan. Kita bisa jalan kaya gini, juga berkat latihan. Tidak ada sesuatu yang instant. Jadi, kalau yang sering melakukan hal seperti di atas, sekarang harus berpikir lebih lanjut dan mulai merubah kebiasaan buruk itu.
Everything's begin from ourself...

Monday, October 01, 2007

Biar ngga jadi deadliner ?

Susah juga kalau pengen berubah biar ga deadliner, karena harus bener-bener dari keinginan sendiri, soalnya bisa dibilang kebiasaan. Mungkin cara dibawah ini bisa membantu...
Pertama, buat daftar prioritas. Tulis semua kerjaan atau tugas yang ada, lalu tulis kapan deadlinenya. Yang deadlinenya paling deket dijadiin prioritas utama.
Kedua, tempel daftar yang udah dibuat ditempat yang mudah diliat biar inget terus.
Ketiga, disiplin. Ini yang paling penting, walaupun udah bikin daftar prioritas tapi ga disiplin sama aja. Disiplin di sini maksudnya, kalau ada tugas yang deadlinenya masih seminggu lagi atau lebih jangan males-malesan. Jangan suka menunda-nunda seperti, "besok aja deh kan masih lama". Semakin ditunda semakin banyak tugas yang menumpuk. Atau karena merasa tugasnya mudah jadi males ngerjainnya, karena bisa dikerjain dalam beberapa jam aja. Ini bisa menghancurkan prioritas yang udah dibikin. Alhasil harus lembur sampe ga tidur semaleman buat ngerjainnya. Bisa-bisa nanti malah sakit.
Tapi seperti yang dibilang di awal, semua tergantung orangnya. Kalau memang bersungguh-sungguh pasti bisa. Sebenernya, kalau tugas atau kerjaan udah selesai jauh-jauh hari dari tanggal deadline, perasaan akan lebih tenang dan ga kaget-kagetan ketika mendengar kalimat, "ada tugas lagi".
Ini hanya pendapat saya aja. Saya sudah mencoba menerapkannya dan ternyata lumayan berhasil. Tapi karena kurang disiplin jadinya tugas saya berantakan. Dan sekarang baru menerapkannya lagi.
SeLaMat MenCobA...